Skip to main content
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh sebagian orang.

Terbagi dalam 3 Sub

  • Pekerjaan dan tempat tinggal
  • Miskinnya petani itu sedikit berbeda ...
  • Peringatan :
      • Bukan bacaan ringan, tidak harus dibaca bagian ini. Ada 2 tipe orang dalam menanggapi sebuah ilmu ↣ 1 Menerima dan 2 Denial. Ada orang yang bertambah baik seiring bertambahnya pengetahuannya dan ada sebagian orang yang semakin tersesat dengan bertambahnya pengetahuan ( karena mereka mengingkari ilmu yang mereka ketahui ).
  • "Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan akan menimpa kalian. Akan tetapi yang aku khawatirkan adalah ketika dunia dibentangkan atas kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba-lomba padanya. Kemudian dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka."
  • "Sungguh akan datang suatu zaman pada manusia, yang ketika itu seseorang tidak lagi peduli dengan apa yang ia dapatkan dari harta; apakah dari (jalan) yang halal ataukah dari (jalan) yang haram."
  • Peringatan :
      • Bukan bacaan ringan, tidak harus dibaca bagian ini. Sebagian orang memanfaatkan ilmu untuk mempermudah hidup dan menenangkan hatinya, tetapi sebagian orang menjadikan ilmu sebagai beban dalam menjalani kehiudapannya dan menyibukkan hati & pikirannya dengan penyangkalan.
  • "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." ( QS. An Nur : 32 )
  • "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."

I. Kemampuan ekonomi saat ini dan rencana ke depan


Pekerjaan


Afwan, ana tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Alasannya :

  • Pekerjaan ana bukan seorang karyawan ( seseorang yang bersepakat dengan orang lain / perusahaan dengan nilai upah tertentu dalam periode tertentu ).
  • Kemudian ana juga baru memulai bertani ( awal 2025 ).
  • Kemudian jika ana katakan cash flow ana adalah minus ( bleeding ) maka bagi sebagian orang awam malah menjadi prasangka yang belum tentu benar.
  • Jadi ana lebih menyukai untuk mengatakan, ana saat ini miskin. Ana terus berusaha dan bekerja, Insya Allah, Allah yang akan memampukan ana ( dan keluarga setelah menikah nanti ).

Berikut beberapa alasan sederhana :

  • Umur ana sudah 34 tahun, secara persyaratan loker ana kira cukup sulit.
  • Alhamdulillah ada lahan yang tidak ada yang mengurus, jadi ana bertawakal dan berikhtiar dengan bertani di lahan tersebut.
  • Alhamdulillah lokasi lahan tidak terlalu jauh dari rumah orang tua, jadi bisa bekerja dan tetap membantu / mengunjungi orang tua.

Alasan secara pendekatan bisnis :

  • Frozen food ini bisa dirintis sambil untuk konsumsi pribadi.
  • Frozen food cenderung mudah diproduksi dengan standart yang dimampui bisnis rumahan.
  • Frozen food memiliki usia kadaluarsa yang cukup aman. ( ± 6 bulan )

Insya Allah tidak, kecuali ada kejadian khusus :

  • Ana jatuh sampai benar - benar miskin dan membutuhkan pekerjaan sebagai karyawan.
  • Ada seseorang yang benar - benar meminta bantuan kemudian Alhamdulillah ana mampu membantu dan dia berada di jalur bisnis yang 100% halal.
  • Ketika Allah melapangkan rezeki ana kemudian secara maslahat ana perlu mendirikan PT, maka kemungkinan besar ana akan menjadi karyawan PT tersebut.

Kecukupan Kebutuhan Hidup


"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."

( QS. An Nur : 32 )

  • Alhamdulillah ana memiliki pekerjaan sebagai petani meskipun saat ini penghasilan ana kecil ( yang bisa diartikan ana miskin ) , ana berhuznudzon dan yakin dengan kalam-Nya adalah benar. Dan Allah lebih mengetahui jalan - jalan datangnya rezeki kelak setelah menikah.
  • Selain bertani sebagai sumber penghasilan berupa uang, ana juga bertawakal dengan memulai memelihara anakan ayam elba ( 15 ekor ) dengan harapan mulai bertelur sekitar februari 2026 sebagai back up kebutuhan konsumsi telur harian. Allahul Musta'an.
  • Kemudian ana juga memelihara marmut 5 ekor. Pada dasarnya ini untuk peliharaan biasa, karena kalau pulang dari ladang dengan tangan kosong rasanya tidak enak, jadi mending punya peliharaan yang bisa makan rumput ataupun rambanan jadi ana bisa pulang sambil bawa sedikit pakan marmut. Tetapi jika jumlahnya berlebih ataupun pengen makan daging marmut, boleh juga dikonsumsi.
  • Di rumah ini masih ada sedikit lahan untuk bertanam sayuran ( saat ini ana masih menata ulang ). Rencananya akan ditanami sayuran yang minim hama ↠ Kemangi, kemitir, kucai, seledri, sawi bakso, sawi cina / fumak ( masih mencari karena sudah lama tidak keliahatan disekitar sini ) , sementara itu dulu Insya Allah akhir november sudah mulai ditanam dan desember bisa diambil tipis - tipis sebagai back up sayuran. Saat ini yang sudah tersedia sebagai back up sayuran ↣ Labu siam, bribil, dan terong.
  • Dan terakhir adalah merintis frozen food ini bisa juga digunakan sebagai back up kebutuhan konsumsi harian. Namun demikian, usaha frozen food ini baru benar - benar dimulai ketika panenan cabai mendatang cukup untuk memulai bisnis sederhana ini.

Catatan : Ana menyebutkan "sebagai back up" karena menurut pengalaman dan pengetahuan ana, tetap akan membutuhkan atau membeli bahan makanan lainnya.


Tempat Tinggal


Sebenarnya ada beberapa alasan, ana tidak ingin pindah ke tempat lain sementara waktu.

Namun sederhananya, Insya Allah tahun 2027 atau mungkin di akhir 2026. Ana bersedia pindah ke kota manapun ( tergantung kebutuhan ) tetapi tidak di area kota, karena ana tidak menyukai polusi udara dan polusi suara.


Pernikahan


  • Qadarullah, belum bertemu jodohnya.
  • Ana baru mencari istri ketika berumur 33 tahun. Ana tidak pernah pacaran maupun dekat dengan wanita. Hanya saja ilmu ana terlalu sedikit, iman ana masih sangat lemah, ditambah lagi standart mapan ana tidak kunjung tercapai. Setidaknya dengan 3 alasan tersebut ana tidak berani menikah.
  • Alhamdulillah, ketika covid hingga saat ini ana mendapatkan banyak pelajaran kehidupan, menambah sedikit ilmu, berusaha menguatkan iman, dan hal - hal lainnya. Akhirnya pada tahun 2024 ana berani mencari istri. Qadarullah belum bertemu jodoh hingga saat ini.


Pandangan Ana terkait Istri yang ingin bekerja


  • Selama suami masih mampu bekerja, maka tidak selayaknya istri bekerja.
  • Rezeki setiap makhluk pasti sampai kepadanya. TIdak ada yang mampu menghalangi Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya.

    "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."

    ( QS. Hud : 6 )

  • Ana tidak bermasalah jika seorang istri ingin melakukan sesuatu hal yang ia senangi baik itu menghasilkan uang ataupun tidak. Namun perkara "bekerja" dibawah aturan / kesepakatan dengan orang lain, berarti dia mengangkat pemimpin selain suaminya. Sederhananya, seorang istri harus tetap berangkat kerja meskipun suami sedang tidak ridho, karena istri telah terikat kontrak kerja dan suami terpaksa ridho untuk mengizinkannya pergi.
  • Jadi jika hobi berupa sebuah pekerjaan yang tidak terikat dengan aturan orang lain, ana tidak masalah. Dia bisa libur kapanpun dan berapapun lamanya. Misalkan membuka konsultasi online, menulis konten, kursus singkat, dan semisalnya.

  • Ana mendukung seorang istri jika ia ingin berbuat baik kepada orang tuanya dan saudaranya. Tetapi ia juga perlu mengilmui hak suami dan tidak menyelisihi suaminya. Berbuat baiklah sesuai kemampuan istri dan kemampuan suami.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. ... " ( QS. Al Baqarah : 286 )

  • Ana, orang yang family oriented, ana berharap keluarga bisa merasa aman, merasa nyaman, dan betah dirumahnya. Keluarga adalah fokus utama ana, lebih dari sekedar prioritas. Pernikahan adalah sebuah ibadah yang terus menerus ( kontinu / tidak terputus ), suatu amalan yang awalnya mubah bisa menjadi perkara yang mendatangkan rahmat Allah. Pernikahan merupakan amanah dan perjajian yang kuat antara hamba dengan Allah, sehingga beberapa hal yang dulunya haram menjadi halal karena adanya ikatan pernikahan.
  • Sederhananya, ana ingin lebih memanfaatkan waktu untuk beribadah bersama keluarga. Ana berharap istri tetap dirumah tanpa kesibukan yang mengikat dan anapun juga akan terus berusaha memiliki penghasilan dari pekerjaan yang memiliki fleksibilas waktu yang baik.

Perjalanan usaha ana dalam mencari rezeki


  • Sambil melamar pekerjaan setelah lulus kuliah, ana mencoba / belajar mengurus ladang dan menanam alpukat,  belajar 3Ds Max,  dagang susu sapi. Qadurullah, beberapa kali ana gagal di tahap interview. ( ±4 tahun )
  • Selama rentang ini ana pernah tinggal di 5 kota. Ana kurang ingat, ±1 tahun di Bandung, ±1 bulan di Bekasi, >6 bulan di Semarang, ±3 bulan di Surabaya, dan sisanya di Magetan.
  • Sederhananya, tidak setiap pelamar kerja pasti mendapatkan pekerjaan.
  • Ana menjadi driver Gojek & Grab di Denpasar - Bali, saat itu ana sudah berpikir untuk mencari istri tetapi batal. Qadarullah, 2020 pandemi Covid, pendapatan kotor ana tinggal 15rb - 25rb sehari, beberapa bulan belum boleh keluar dari Bali ( banyak syaratnya ). (* Karena saking sepi orderan, ana pernah ikut kerja menjadi kuli bangunan )
  • Ana kembali ke Magetan, mencoba menanam pisang > 100 pohon, 1 tahun ana bergulat disana, ana kerjakan sendirian seluruhnya (modal terbatas). Qadarullah, ketika pohon pisang menunjjukan baktinya ( mulai berbuah ), ana hanya pernah panen sekitar 5 pohon, cobaan datang dari pencuri - pencuri buah. Akhirnya ana hentikan proyek tersebut, ana sadar bahwa kemampuan saat ini belum cukup untuk mengatasi pencurian tersebut.
  • Alhamdulillah ana mendapat kesempatan belajar banyak hal di pasar modal.
  • Ana berternak domba setelah berjalan ±8 bulan, qadarullah harga domba turun drastis hingga sekarang. Karena ana perhitungkan tidak sesuai untuk dijadikan penghasilan dengan jumlah domba yang sedikit, maka ana putuskan berhenti ternak domba.
  • Sederhananya, ana ditawari bekerja di sebuah pabrik herbal. Alhamdulillah, ada kesempatan belajar dan ada gajinya, ana bekerja langsung dibawah owner.
  • Dalam 4 bulan bekerja, Alhamdulillah ana telah selesai 1memperbarui peraturan karyawan dan memperbaiki SOP pabrik, 2Memperbaiki supply chain, dan 3Menyederhanakan sistem pendataan dan pengawasan.

  • Qadarullah, dengan posisi tersebut ana mengetahui banyak perkara "haram" dalam bisnis ini khususnya ( dan hampir bisa terjadi pada berbagai bidang, secara umum ). Oleh karena itu, ana mengundurkan diri.
  • Ana memutuskan bertani pada akhir 2024. Ana tidak berani mengatakan berapa pendapatan per bulan karena memang ana belum tahu. Selain itu, pertanian tidak bisa dirata- ratakan penghasilannya karena pertanian adalah salah satu bentuk investasi dimana ada real value, potential value, dan risk value. Oleh sebab itu, menyebutkan sekian dan sekian itu seperti mengelabui.
  • Ana bertani di lahan yang dulunya ana tanami rumput untuk pakan domba, sehingga awal pengolahan lahannya cukup berat dan butuh waktu lebih lama daripada lahan biasa.

  • Kondisi saat ini, 1Insya Allah, Agustus 2025 mulai awal panen terong (±200 pohon) ;  2Ini baru tanam cabai ±600 pohon, diharapkan Insya Allah mulai panen Jan-2026 ; 3 ada beberapa jenis sayur untuk kebutuhan konsumsi.

  • Sederhananya, Insya Allah cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
  • Ana lulusan teknik elektro ITB. Ana memang masih miskin saat ini dan belum punya apa - apa, tapi Alhamdulillah, ana bukanlah orang yang bodoh dan Insya Allah, ana juga bukan orang yang minim usaha.
  • Ada banyak celah untuk menilai kurang usaha ana tetapi ada banyak pula cara untuk menilai positif usaha yang telah ana jalankan. Hal yang biasa terjadi dalam menilai orang lain.

"Katakanlah, Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". ( QS. Saba : 36 )


Kondisi ana saat ini, insya Allah cukup


  • Pertama, Insya Allah ana masih memiliki tabungan untuk memenuhi kebutuhan makanan hingga beberapa bulan kedepan secara sederhana. ( Misal : Nasi - Sayur - dan lauk tempe/telur/ikan ). Dalam bertani membutuhkan waktu tunggu hingga panen, maka ana perlu menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan selama belum panen.
  • Kedua, disini - desa dataran tinggi dimana mudah ditemukan berbagai jenis sayuran, sebagian bisa didapatkan secara gratis dan sebagian bisa beli dengan harga murah.
      • Contoh gratis : Kemitir, daun ketela, bribil, daun pepaya jepang, kelor, bayam, labu siam, dan sayur lain yang ditanam sendiri.
  • Ketiga, tempat tinggal cukup dekat dengan telaga, sehingga diperbolehkan mancing untuk mendapat ikan. ( note : ana belum pernah mancing dimanapun, kayaknya sih gampang ). Insya Allah, akan pelihara beberapa ayam untuk telur dan bisa juga dagingnya ( untuk saat ini belum pelihara karena ana belum tinggal di rumah tersebut, jadi tidak mungkin memelihara hewan ).

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung: ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

( Jami at Tirmidhi : 2344 )

  • Setelah menikah ana sudah meminta izin untuk memakai sementara rumah peninggalan kakek di desa.
      • Berada di ketinggian > 1000 Mdpl , artinya sudah dingin meskipun tanpa AC, hahaha.
      • Berjarak ±2 menit dengan lahan yang ana garap saat ini.
      • Ke masjid jalan kaki (tetapi untuk dhuhur, ashar, dan sholat jum'at - ana ke masjid lain ±4 menit karena masjid desa biasanya molor waktunya - nunggu petani pulang )
      • ±30 menit dari rumah ibu ana. Karena ibu ana tinggal sendirian, jadi ana perlu berkunjung seminggu 1-2x untuk memperhatikan kesehatan ibu, belanja, masak, dan sebagainya.
      • Dihalaman belakang masih ada sedikit lahan (3mx6m), bisa untuk menanam sedikit sayuran.
      • Ditimur rumah ada bekas kandang, cukup untuk 5-10 ekor ayam.
      • Saat ini sedang menyiapkan kamar mandi yang didalam rumah.
      • Ada lemari pakaian, tempat tidur, dan peralatan makan & masak standar.
      • Kebutuhan listrik, air, dan internet-semampunya. 

  • Rumah peninggalan kakek memang sederhana, tapi insya Allah cukup nyaman ( lantai keramik )
  • Ana memahami emosional wanita terkadang dipengaruhi hormonal. Oleh karena itu, ana tidak ingin menyatukan Ibu ana dengan Istri ana dalam satu rumah, kasihan kalau harus terus mengalah. Selain itu, ikut campur orang tua di awal hubungan keluarga anaknya, bisa memicu masalah lainnya.
  • Untuk keperluan ta'aruf, mahar, dan menjemput istri. Insya Allah ana usahakan sesuai kemampuan.
  • Untuk hal resepsi penikahan, afwan saat ini ana tidak cukup mampu. Kemampuan ana hanya cukup untuk menikah di KUA.
  • Ana memahami standar "cukup" setiap orang bisa berbeda - beda. Dan di bagian ini, ana hanya menjelaskan keadaan ana, apakah ini cukup untuk antum atau belum adalah hak antum. Setiap orang memiliki harapan, pandangan, dan penilaian sesuai keadaan asal masing - masing.

"Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup (qanaah) atas apa yang diberikan kepadanya."

( Shahih Muslim : 1054 )



Penutup Halaman Ekonomi 

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." 

(QS. An-Nur: 32)

"Tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta). Mulailah (memberi nafkah) kepada orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah yang dikeluarkan dari kelebihan harta. Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatan diri (tidak meminta-minta), maka Allah akan menjaganya. Dan barangsiapa yang merasa cukup (qanaah), maka Allah akan menjadikannya kaya (hati)."

( Shahih Bukhari : 1427 )

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ